Tuesday, 27 March 2012
Home Sweet Home ^_^
Mmm...kalau cerita tentang rumah, umi jd teringat kejadian setahun yang lalu. Sebulan sebelum menikah, umi sama abi sibuk mencari rumah KPR, pikir-pikir dari pada bayar kontrakan mendingan menyicil rumah. Kebetulan pas baca koran ada pameran perumahan KPR di Plaza Medan Fair, langsung deh capcus ke sana untuk lihat-lihat, kebetulan ada yang kena di hati.
Ada lokasi perumahan yang dekat sama sekolah tempat abi ngajar. Begitu tau alamat perumahannya langsung deh terjun ke lokasi. Begitu di lihat, waw... umi langsung jatuh cinta, melihat letak rumah yg begitu strategis, keliatan adem, ayem, pokoke langsung jatuh cinta deh. Umi langsung menggebu-gebu merengek sama abi pengen rumahnya cepat-cepat di beli, abi seneeeng banget kalau liat umi senang, karena abi sayang dan cinta sama umi ^_^.
Karena sayang dan cintanya abi sama umi, tanpa pikir panjang abi juga langsung nyari solusi untuk melakukan DP (Down Payment) perumahannya biar umi senang... :') "luv my husban". Setelah DP di berikan, mulailah masuk ke tahap selanjutnya, memberikan berbagai berkas persyaratan pembelian rumah (KPR) ke Bank. Setelah di jalani selama kurang lebih sebulan masih belum ada kepastian, kapan umi sama abi bisa menempati rumahnya, ketika itu umi sama abi uda sebulan menikah. Ehh...ga taunya kesana-sananya banyak banget persyaratan ini, itu, pokoke UUD (ujung-ujungnya duit) deh... Dipersulit dengan persyaratan yang aneh-aneh dan menimbulkan rasa ketidaknyamanan bagi pembeli padahal uda di DP sekian jeti.
Pada saat itu kalau di infestasikan ke emas, mungkin sudah dapat 30 gram-an (umi...umi...pikirannya langsung ke infestasi dasar matre, hehe... ^_^). Singkat cerita, setelah dipertimbangkan dan dirembukkan bersama orang tua kami tercinta, rumah akhirnya batal dibeli. Sementara DP tidak dapat dibalikkan kembali dengan alasan dari developer "Bila pihak pertama yang membatalkan perjanjian pembelian rumah, maka bla...bla...". Sakit hatiii banget ketika mendengar penjelasan mereka. Huuufff... di awal-awal saja, ketika rumah akan di beli, manis-manis banget ngomongnya... :'(. Tapi, ya sudahlah mau bagaimana lagi, umi sama abi cuma bisa berlapang dada. Ini merupakan pengalaman dan pelajaran paling berharga yang umi dan abi dapatkan. Umi dan abi hanya dapat berserah diri pada-Nya, pasti ada hikmah di balik semua ini. Allah SWT pasti punya rencana lain yang lebih baik. Amiiin... :')
Sebulan kemudian, tepatnya dua bulan setelah menikah (acem di film-film aja ah.. hehe... ^_^). Alhamdulillah Allah memberikan rejeki, umi sama abi bisa beli sebidang tanah. Rencananya akan di buat rumah yang sesuai dengan keinginan umi dan abi. Maunya rumah kami sudah selesai saat anak umi dan abi lahir. Saat itu umi belum hamil, namun umi dan abi tidak ingin anak kami merasakan tinggal di rumah kontrakan... ;'). Akhirnya umi dan abi pun mulai merancang bentuk rumah idaman kami.
Setelah genap empat bulan umur kandungan umi, Alhamdulillah rejeki mulai berdatangan. Umi dan abi mulai melaksanakan rencana untuk membangun rumah. Tanya harga bahan-bahan rumah, tanya ongkos tukang, pokoke segala hal yang berhubungan dengan membangun rumah yang telah direncanakan beberapa bulan lalu. Alhamdulillah semua sudah dapat, mulai dari panglong yang mau untuk bahan-bahan bangunan dan tukang yang mau mengerjakan bangunannya.
Ketika semuanya akan dimulai, pemerintah pun mulai heboh-hebohnya akan menaikkan BBM (Bahan Bakar Minyak). Ada rasa khawatir dengan modal pas-pasan milik kami untuk membangun rumah. Tapi umi tetap kasih semangat buat abi, kita pasti bisa! pasti akan ada jalan dari Allah SWT. Padahal dalam hati umi juga cemas sih...tapi umi harus tetap kasih semangat untuk abi ^_^.
Dan tiba lah saat untuk tukang bangunannya meninjau letak tanah yang akan di bangun. Jadi, satu hari sebelum tukangnya meninjau lokasi, umi dan abi sudah melihat-lihat tanah kami dulu. Saat sedang melihat-lihat, kakek yang selama ini menjaga tanah kami kemudian menawarkan sebuah rumah yang akan dijual dengan harga yang tidak terduga (lihat di photo). Subahanallah...tidak menyangka, di balik kekhawatiran umi dan abi akibat BBM yang akan naik, Allah memberi jalan lain melalui kakek tersebut. Ia lalu mengajak kami menuju lokasi rumah yang sudah siap untuk di tempati tersebut.
Keesokan harinya umi dan abi harus menunda sang tukang untuk meninjau lokasi tanah kami. Umi sama abi lebih memilih untuk melihat-lihat ke dalam rumah yang akan di jual kemarin. Alhamdulillah, ternyata kena di hati. Walaupun rancangannya tidak sesuai dengan apa yang umi dan abi impikan ^_^ tapi rumah tersebut sudah lebih dari cukup untuk keluarga kecil yang sedang kami bangun. Akhirnya, umi dan abi lebih memilih untuk membeli rumah tersebut dari pada harus membangun rumah dari nol dan dipusingkan masalah BBM.
Akhirnya, Alhamdulillah... sekarang kita sudah punya rumah nak (berbicara dengan anak umi di kandungan umi), umi dan abi sudah tenang. Sekarang umi dan abi tinggal nunggu kelahiran anak pertama umi dan abi, mudah-mudahan anak umi dan abi lahir dalam keadaan sehat wal'afiat, soleh dan sempurna, tidak ada kekurangan apapun. Juga untuk rumah yang kami beli, menjadi berkah ketika ditempati, untuk membina keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Amiiin...
Alhamdulillah, rasa Syukur kepada-Nya tiada pernah henti umi dan abi sampaikan. Dalam hati, terbesit rasa "mungkin ini lah ganti rumah KPR yang DP nya hangus setahun yang lalu. Allah memberi gantinya yang lebih bagus lagi... ^_^".
Terima kasih atas dukungan dan do'a dari Ayah, Mamak, Bapak mertua, Ibu mertua dan keluargaku tercinta. Terima kasih buat suamiku tercinta dan tersayang "Aris Permadi. S.Pd" atas cinta dan kasih sayangmu yang tulus, yang mencintai segala kekurangan umi. Luv U my lovely husban... :').
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

Umi na Cico sihhh..
ReplyDeletehhahah...
tapi Alhmdulillah, mdh2n ni jln terbaik yg d kasi Allah..
doain Umi Vinta jg uaa Umii, kaya' na do'a Umi makbul dehh..
:) :) :) :) :)
hehe... ^_^
ReplyDeleteAmiiin... :)
iya umi vinte...kami pasti selalu do'ain umi,
semoga di berikan yang terbaik buat umi...
Miss You Umi...
Insya allah, kita akan bisa membina keluarga yang sakinah mawaddah warahmah ya umi :) luv u umikusayang Zahara, S.Pd. :)
ReplyDeleteAris Permadi
Amiiin... :)
ReplyDeleteumi tresno karo abiQ... :*